Penyakit Jantung Masih Menjadi Ancaman Utama
Penyakit kardiovaskular (CVD) seperti hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2019, sekitar 38% penyebab kematian di Indonesia berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional, terutama layanan kesehatan primer seperti Puskesmas yang menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan menilai kesiapan Puskesmas di Kota Makassar dalam memberikan layanan kesehatan kardiovaskular. Penelitian dilakukan pada seluruh 47 Puskesmas menggunakan metode WHO Service Availability and Readiness Assessment (SARA).
Penilaian dilakukan terhadap beberapa aspek penting, seperti:
- Tenaga kesehatan
- Kapasitas diagnosis
- Peralatan medis
- Ketersediaan obat
- Infrastruktur layanan
- Pelayanan ambulans dan home care
- Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Puskesmas telah menyediakan layanan dasar penyakit kardiovaskular seperti:
- Edukasi kesehatan
- Pencegahan penyakit
- Pemeriksaan tekanan darah
- Diagnosis awal hipertensi dan diabetes
Namun, layanan rehabilitasi pasien stroke dan penyakit jantung masih sangat terbatas.
Tingkat Kesiapan Puskesmas
Secara umum, skor kesiapan Puskesmas berada pada angka 77–79 dari skala 100. Meski tergolong cukup baik, masih terdapat sejumlah Puskesmas dengan kesiapan yang belum optimal.
Kelemahan utama ditemukan pada:
- Keterbatasan alat diagnostik
- Kurangnya obat-obatan penting penyakit jantung
- Minimnya layanan rehabilitasi
- Keterbatasan Diagnostik dan Obat
Penelitian menemukan bahwa sebagian besar Puskesmas belum memiliki pemeriksaan laboratorium lengkap seperti:
- LDL dan HDL kolesterol
- HbA1c
- Kreatinin
- Blood Urea Nitrogen (BUN)
Selain itu, ketersediaan obat penting penyakit jantung juga masih rendah. Obat seperti statin, antiplatelet, beta-blocker, dan ACE inhibitor belum tersedia secara merata di seluruh Puskesmas.
Pentingnya Penguatan Layanan Primer
Penelitian menegaskan bahwa penguatan layanan primer sangat penting untuk menekan angka kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Puskesmas perlu didukung dengan:
- Pelatihan tenaga kesehatan
- Pengadaan alat diagnostik
- Ketersediaan obat esensial
- Penguatan sistem rujukan
- Pengembangan layanan rehabilitasi
Puskesmas di Indonesia memiliki peran strategis dalam penanganan penyakit kardiovaskular. Meski sebagian besar sudah cukup siap memberikan layanan dasar, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diperbaiki, terutama pada aspek diagnostik dan ketersediaan obat.
Penguatan layanan kesehatan primer menjadi langkah penting agar masyarakat mendapatkan akses pelayanan penyakit jantung yang lebih cepat, merata, dan berkualitas.











