Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran penyakit diare dan menentukan wilayah prioritas pencegahan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, melalui integrasi data angka kejadian diare dengan indikator WASH (Water, Sanitation, and Hygiene), yaitu akses sanitasi layak, akses air bersih, dan perilaku cuci tangan menggunakan air bersih. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis spasial berbasis Quantum Geographic Information System (QGIS) pada 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Cibal Barat, Rahong Utara, dan Cibal termasuk wilayah prioritas tinggi karena memiliki angka kejadian diare yang tinggi serta kondisi WASH yang masih rendah. Sebaliknya, Kecamatan Langke Rembong, Satar Mese Utara, dan Wae Ri’i menunjukkan angka kejadian diare yang rendah disertai akses sanitasi, air bersih, dan praktik higienitas yang lebih baik. Penelitian juga menemukan anomali di Kecamatan Lelak, di mana angka diare tetap tinggi meskipun indikator WASH tergolong baik, yang mengindikasikan adanya faktor risiko lain seperti kebersihan lingkungan rumah tangga, keamanan pangan, atau keterbatasan akses layanan kesehatan.
Temuan ini menegaskan bahwa keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi, serta rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat, merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian diare di wilayah pedesaan. Melalui integrasi data epidemiologis, lingkungan, dan perilaku dalam analisis spasial, penelitian ini menghasilkan kerangka pemetaan risiko yang dapat digunakan untuk mendukung perencanaan program kesehatan yang lebih tepat sasaran, memperkuat layanan kesehatan primer, serta meningkatkan efektivitas upaya pencegahan diare di daerah dengan sumber daya terbatas.











