Latar Belakang

  • Pelayanan kesehatan primer (PHC) merupakan fondasi utama dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC).
  • Indonesia telah melakukan berbagai reformasi kesehatan seperti:
    • Desentralisasi layanan kesehatan.
    • Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
    • Akreditasi fasilitas pelayanan primer.
    • Sistem kapitasi berbasis kinerja.
    • Transformasi kesehatan nasional sejak 2022.
  • Namun, pengukuran kinerja PHC masih menjadi tantangan karena belum tersedia sistem pemantauan yang komprehensif.

Tujuan Penelitian

Penelitian bertujuan untuk:

  • Mengidentifikasi indikator yang telah digunakan untuk mengukur kinerja PHC di Indonesia.
  • Mengkaji bagaimana indikator tersebut diukur.
  • Menemukan indikator penting yang belum pernah dinilai berdasarkan kerangka WHO/UNICEF.

Metode Penelitian

  • Menggunakan metode Scoping Review sesuai pedoman PRISMA-ScR.
  • Menelusuri literatur dari:
    • PubMed
    • Scopus
    • Web of Science
    • Garuda
    • ProQuest
    • Dokumen pemerintah dan organisasi terkait
  • Dari 4.831 publikasi yang ditemukan, hanya 33 studi yang memenuhi kriteria inklusi.

Domain Kinerja yang Banyak Diteliti

Penelitian sebelumnya paling banyak mengukur:

A. Akses dan Ketersediaan Layanan (38%)

Meliputi:

  • Ketersediaan fasilitas kesehatan.
  • Kesiapan layanan.
  • Kemudahan akses masyarakat.
  • Pemanfaatan layanan kesehatan primer.

B. Model Pelayanan (33%)

Meliputi:

  • Sistem rujukan.
  • Peran dokter umum sebagai gatekeeper.
  • Pengelolaan fasilitas kesehatan.
  • Kolaborasi tenaga kesehatan.

C. Kualitas Pelayanan (29%)

Meliputi:

  • Pengalaman pasien.
  • Pengetahuan tenaga kesehatan.
  • Ketepatan penggunaan antibiotik.
  • Efisiensi pelayanan.

Kesenjangan Pengukuran yang Ditemukan

Penelitian menemukan bahwa:

Belum Ada Studi yang Mengukur:

Sistem Peningkatan Mutu Layanan

Misalnya:

  • Sistem pemantauan mutu.
  • Sistem keselamatan pasien.
  • Mekanisme perbaikan kualitas berkelanjutan.

Ketahanan Fasilitas Kesehatan

Misalnya:

  • Kesiapsiagaan menghadapi krisis.
  • Ketahanan layanan saat bencana atau wabah.
  • Kapasitas adaptasi fasilitas kesehatan.

Indikator yang Belum Pernah Diukur

Dari 38 indikator WHO/UNICEF:

  • 20 indikator telah digunakan.
  • 18 indikator belum pernah diukur di Indonesia.

Indikator penting yang belum diukur antara lain:

  • Sistem supervisi pendukung.
  • Sistem peningkatan mutu fasilitas.
  • Kepatuhan terhadap standar pengendalian infeksi.
  • Sistem rujukan dan kontra-rujukan.
  • Literasi kesehatan masyarakat.
  • Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan layanan.
  • Kunjungan unit gawat darurat.
  • Komplikasi diabetes yang dapat dicegah.
  • Stadium kanker saat diagnosis.
  • Admissions for Ambulatory Care Sensitive Conditions (ACSC) sebagai indikator kualitas layanan primer yang digunakan secara luas di negara maju.

Permasalahan Sistem Pengukuran di Indonesia

Penulis menemukan beberapa kendala:

  • Sistem monitoring masih berfokus pada input seperti tenaga kesehatan, obat, dan pendanaan.
  • Pengukuran kualitas layanan belum optimal.
  • Sebagian besar penelitian menggunakan instrumen yang dibuat khusus untuk masing-masing studi.
  • Sangat sedikit instrumen nasional yang digunakan secara konsisten.
  • Analisis tren jangka panjang hampir tidak tersedia.

Rekomendasi Penulis

Penulis merekomendasikan:

  • Pengembangan kerangka pengukuran kinerja PHC yang lebih komprehensif.
  • Integrasi indikator WHO/UNICEF ke dalam sistem monitoring nasional.
  • Pemanfaatan platform digital kesehatan Satu Sehat untuk pelaporan indikator kinerja.
  • Penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam pencatatan dan pelaporan data.
  • Pengembangan indikator ketahanan fasilitas kesehatan.
  • Peningkatan penelitian longitudinal untuk melihat perubahan kinerja dari waktu ke waktu.
Integrasi Layanan Penyakit Kardiovaskular dan Kesehatan Mental dalam Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia: Tinjauan Kebijakan

Integrasi Layanan Penyakit Kardiovaskular dan Kesehatan Mental dalam Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia: Tinjauan Kebijakan

The Effect of Participation in JKN on Unmet Needs for Healthcare Services

The Effect of Participation in JKN on Unmet Needs for Healthcare Services

Evaluasi Sistem Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia dalam Perspektif PRIMASYS WHO

Evaluasi Sistem Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia dalam Perspektif PRIMASYS WHO

Kesiapan Puskesmas Indonesia dalam Pelayanan Penyakit Kardiovaskular

Kesiapan Puskesmas Indonesia dalam Pelayanan Penyakit Kardiovaskular

Evaluation of Integrated Antenatal Care Implementation in Primary Health Care

Evaluation of Integrated Antenatal Care Implementation in Primary Health Care

Newsletter PHC Consortium (Vol. 2)
Newsletter PHC Consortium (Vol. 2)

Newsletter PHC Consortium (Vol. 2)

Newsletter PHC Consortium (Vol. 1)
Newsletter PHC Consortium (Vol. 1)

Newsletter PHC Consortium (Vol. 1)

Kesiapan Posyandu dalam Integrasi Layanan Kesehatan Primer di Indonesia

Kesiapan Posyandu dalam Integrasi Layanan Kesehatan Primer di Indonesia

Regional Differences in Primary Healthcare Utilization in Java Region—Indonesia

Regional Differences in Primary Healthcare Utilization in Java Region—Indonesia

Efektivitas Skema Kapitasi Berbasis Kinerja di Layanan Kesehatan Primer Indonesia

Efektivitas Skema Kapitasi Berbasis Kinerja di Layanan Kesehatan Primer Indonesia