“Evaluation of Integrated Antenatal Care Implementation in Primary Health Care” membahas evaluasi penerapan layanan antenatal terpadu (ANC) di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia, khususnya wilayah urban di Tangerang Selatan. Penelitian dilakukan oleh Sandra Hakiem Afrizal dan tim dari Universitas Indonesia.
Penelitian menggunakan metode mixed method dengan meninjau 150 dokumen registrasi ANC serta wawancara mendalam dengan bidan dan tenaga kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian adalah menilai kelengkapan dokumentasi ANC dan mengidentifikasi hambatan dalam penerapan ANC terpadu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan layanan ANC masih belum optimal, terutama pada:
- Pemeriksaan laboratorium
- Manajemen kasus
- Dokumentasi HIV dan hepatitis B
Beberapa hambatan utama yang ditemukan meliputi:
- Kurangnya kebijakan dan perencanaan strategis
- Lemahnya koordinasi antar tenaga kesehatan
- Beban kerja bidan yang tinggi
- Banyaknya dokumen manual berbasis kertas
- Kurangnya pelatihan, monitoring, dan fasilitas pendukung
Penelitian menyimpulkan bahwa sistem dokumentasi manual menyebabkan pekerjaan bidan menjadi tidak efisien dan berisiko menghasilkan data yang tidak lengkap. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan pengembangan sistem pencatatan elektronik untuk meningkatkan kualitas layanan ANC terpadu di layanan kesehatan primer.











